Panduan › Disinfeksi permukaan
Rumah kebanjiran: cara membersihkan rumah dan barang setelah air surut

Rumah kebanjiran perlu dibersihkan dengan urutan yang benar: amankan listrik dulu, buang lumpur, cuci, disinfeksi, lalu keringkan. Urutan ini melindungi keluarga dari sengatan listrik dan kuman, sekaligus mencegah jamur tumbuh di dinding dan perabot.
Panduan ini membahas langkah membersihkan rumah setelah banjir, barang yang perlu dibuang, dan tanda kesehatan yang perlu diwaspadai. Panduan lainnya ada di semua panduan disinfeksi permukaan.
Sebelum masuk ke rumah kebanjiran
Keselamatan lebih penting daripada barang. Jangan masuk bila air masih tinggi, arus masih deras, atau ada bagian bangunan yang retak dan miring.
Listrik adalah bahaya terbesar, karena air adalah penghantar listrik1. Karena itu, saat banjir pindahkan MCB ke posisi mati dan cabut alat listrik dari stopkontak1. Pompa air yang sudah terendam juga jangan dinyalakan1.
Jangan menyentuh stopkontak, saklar, atau alat listrik bila Anda berdiri di air atau lantai basah. Bila MCB tidak bisa dijangkau dengan aman, hubungi PLN di nomor 1231. Jadi, langkah pertama adalah memastikan listrik aman sebelum menyentuh apa pun.
Yang Anda butuhkan
- Sepatu boot karet yang tinggi
- Sarung tangan karet tebal
- Masker dan kacamata pelindung
- Sekop atau serokan lumpur, wiper lantai, dan ember
- Sikat, spons, sabun, dan air bersih
- Kantong sampah yang kuat
- Pemutih atau disinfektan, takaran sesuai petunjuk pada label
- Kipas angin bila listrik sudah aman
Langkah-langkah
- Matikan MCB bila aman. Matikan hanya bila meteran dan MCB ada di tempat kering dan Anda tidak berdiri di air. Biarkan tetap mati sampai instalasi listrik kering.
- Foto kerusakan sebelum dibersihkan. Ambil foto ruangan dan barang yang rusak. Foto ini berguna untuk laporan ke RT, kantor, atau asuransi.
- Serok lumpur selagi basah. Mulai dari ruangan paling dalam, lalu dorong lumpur ke arah pintu keluar dengan serokan dan wiper.
- Keluarkan barang yang basah. Pindahkan barang basah ke teras atau halaman. Pisahkan yang bisa dicuci dari yang harus dibuang.
- Cuci lantai dan dinding dengan sabun. Sikat lantai, dinding sampai lebih tinggi dari batas air, kusen, dan perabot. Kerjakan dari bagian atas ke bawah.
- Disinfeksi permukaan yang terendam. Setelah dibilas, lap atau semprot lantai, dinding bawah, dan perabot dengan disinfektan atau pemutih yang diencerkan. Ikuti petunjuk pada label.
- Keringkan rumah secepatnya. Buka semua pintu dan jendela, lalu nyalakan kipas angin bila listrik sudah aman. Rumah yang cepat kering lebih sedikit berjamur.
- Periksa jamur setiap minggu. Cek dinding bawah, belakang lemari, dan plafon selama beberapa minggu setelah banjir. Bersihkan bercak hitam secepatnya.
Perhatikan ini agar tetap aman
- Baca dan ikuti petunjuk pada label disinfektan dan pemutih.
- Jangan pernah memakai pemutih tanpa diencerkan.
- Jangan mencampur pemutih dengan amonia, pembersih kerak, atau pembersih lain. Campurannya bisa menghasilkan gas berbahaya.
- Buka pintu dan jendela saat memakai pemutih atau disinfektan.
- Pakai sepatu boot, sarung tangan, masker, dan kacamata selama membersihkan. Tutup luka di tangan dan kaki dengan plester tahan air.
- Anak-anak dan anggota keluarga dengan asma sebaiknya tidak ikut membersihkan.
- Cuci tangan dan mandi dengan sabun setiap selesai bekerja.
Barang yang perlu dibuang setelah banjir
Menurut CDC, barang yang terkena air banjir dan tidak bisa dibersihkan serta dikeringkan dalam 24–48 jam sebaiknya dibuang2. Barang seperti ini cepat berjamur, jadi tidak semua isi rumah kebanjiran bisa diselamatkan.
- Makanan dan minuman yang terkena air banjir, termasuk dalam kemasan plastik atau kardus. Bila ragu, buang.
- Kasur terendam banjir. Dalam 24–48 jam, kasur busa dan kapuk sulit kering sampai ke bagian dalamnya. Karena itu, kebanyakan sebaiknya dibuang.
- Karpet, bantal, boneka, dan kardus yang tidak bisa dikeringkan dalam 24–48 jam.
Barang dari kaca, keramik, atau logam, seperti piring, gelas, dan panci, biasanya bisa diselamatkan. Perabot kayu solid dan pakaian yang bisa dicuci juga biasanya masih bisa dipakai. Cuci semuanya dengan sabun, bilas, lalu keringkan.
Alat listrik dan elektronik
Jangan menyalakan alat listrik yang sempat terendam, walaupun tampak sudah kering. Bawa ke tukang servis untuk diperiksa lebih dulu. Setelah barang dipilah, langkah berikutnya adalah memastikan air di rumah aman dipakai.
Air bersih setelah rumah kebanjiran
Sumur dan toren di rumah kebanjiran bisa ikut tercemar air banjir. Karena itu, jangan memakai airnya untuk minum dan memasak sampai dinyatakan aman.
Sementara itu, pakai air kemasan atau air yang dimasak sampai mendidih. Untuk menguras dan membersihkan sumur setelah banjir, ikuti arahan puskesmas atau petugas setempat.
Penyakit setelah banjir yang perlu diwaspadai
Kemenkes mengingatkan warga untuk waspada terhadap diare, leptospirosis, dan penyakit kulit setelah banjir3. Pencegahannya sederhana: hidup bersih, cuci tangan pakai sabun, dan selalu memakai alas kaki3.
Segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan bila setelah banjir muncul:
- Demam, apalagi disertai nyeri betis atau mata merah
- Diare yang tidak berhenti, atau tanda kurang cairan seperti lemas dan jarang buang air kecil
- Luka yang bengkak, merah, panas, atau bernanah
- Ruam atau gatal yang meluas
Ceritakan juga pada petugas bahwa Anda baru saja membersihkan rumah kebanjiran atau terkena air banjir. Dengan begitu, petugas bisa memeriksa ke arah penyakit setelah banjir.
Supaya rumah lebih siap bila banjir datang lagi
Bila rumah kebanjiran hampir setiap musim hujan, persiapan kecil ini menghemat banyak tenaga dan biaya.
- Dokumen penting disimpan dalam map plastik di tempat tinggi
- Alat listrik dan stopkontak di lantai bawah dinaikkan bila memungkinkan
- Sepatu boot, sarung tangan, dan kantong sampah disiapkan sebelum musim hujan
- Got dan selokan di sekitar rumah dibersihkan dari sampah
- Nomor PLN dan petugas setempat dicatat di ponsel
Tanya-jawab
Apa yang pertama kali dilakukan saat rumah kebanjiran?
Utamakan keselamatan. Matikan listrik bila aman dijangkau, lalu pindahkan keluarga dan dokumen penting ke tempat tinggi. Jangan menyentuh alat listrik saat berdiri di air.
Berapa lama rumah kebanjiran harus dikeringkan?
Secepat mungkin. Barang yang tidak bisa dibersihkan dan dikeringkan dalam 24–48 jam berisiko berjamur. Dinding biasanya butuh waktu lebih lama untuk kering sepenuhnya.
Apakah lumpur banjir berbahaya?
Lumpur banjir bisa bercampur kotoran, air got, dan air kencing tikus. Karena itu, selalu pakai sepatu boot dan sarung tangan, dan jangan biarkan anak bermain di lumpur.
Apakah cukup dicuci dengan sabun saja?
Sabun dan air membersihkan lumpur dan kotoran. Setelah itu, disinfeksi permukaan yang terendam dengan disinfektan atau pemutih yang diencerkan sesuai petunjuk pada label.
Sumber
- PLN: Keselamatan Menjadi Prioritas — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, 2015
- Tips on Cleaning Mold after a Flood — CDC, 2018
- Siaran pers doa bersama untuk korban banjir, Jakarta 3 Januari 2020 — Kementerian Kesehatan RI, 2020
Seberapa bermanfaat artikel ini?
Belum ada penilaian.


