Tikus adalah hewan pengerat yang aktif di malam hari dan hidup di dekat manusia untuk mencari makanan dan tempat bersarang. Gigi serinya tumbuh terus seumur hidup, sehingga ia selalu mengerat benda keras.
Gigi seri
Tumbuh seumur hidup
Tikus terus mengerat benda keras untuk mengasahnya
Anak
3–12 ekor
Per kelahiran, rata-rata 6 ekor
Bunting
21–23 hari
Bisa berkembang biak sepanjang tahun
Dewasa
Umur 2–3 bulan
Sudah siap kawin
Hewan pengerat ini hidup di dekat manusia dan aktif di malam hari1. Gigi serinya tumbuh terus, jadi ia selalu mengerat benda keras untuk mengasahnya1.
Menurut penelitian di Semarang, habitat asli jenis rumah adalah di dalam rumah. Sementara itu, jenis got umumnya ada di saluran air dan got2. Ukuran, ekor, dan bentuk kotorannya membantu membedakan keempatnya.
Butiran kotoran
Butiran hitam lonjong di jalur yang sering dilewati, dekat sarang dan tempat makanan4. Ukurannya membantu menebak jenis hewannya.
Bekas gigitan
Kayu, kabel, atau kemasan makanan tergigit. Gigitan jenis yang besar berpinggiran kasar, sedangkan gigitan mencit kecil dan lebih rapi4.
Noda berminyak
Garis gelap berminyak di dinding, balok, dan pipa yang sering dilewati3.
Video tikus sedang kami siapkan
Sambil menunggu, kirim foto hama yang Anda temukan. Tim kami bantu mengenalinya.
Kenapa perlu dikendalikan
Hewan pengerat ini penular utama leptospirosis. Bakterinya keluar bersama urine, lalu masuk ke tubuh manusia lewat luka atau air dan makanan yang tercemar9. Risikonya naik saat hujan deras dan banjir, ketika air selokan meluap9.
Kebiasaan mengerat juga bisa merusak kabel listrik dan memicu percikan api atau kebakaran3.
Masa buntingnya hanya 21–23 hari, dan anaknya sudah siap kawin pada umur 2–3 bulan1. Karena itu, jumlahnya cepat bertambah. Jadi, tutup celah masuk dan simpan makanan dalam wadah tertutup sejak tanda pertama terlihat.
Sumber