Lompat ke konten utama

Klinforce

Pasang aplikasi Klinforce — pengingat jadwal perawatan rumah di HP AndaPanduan rumah bersih dan bebas hama.info@klinforce.com

Leptospirosis saat banjir: 7 cara melindungi keluarga

Panduan › Tikus

Leptospirosis saat banjir: 7 cara melindungi keluarga

6 menit baca · Diperbarui 20 Oktober 2026

Lihat panduanSimpan offlineBuka kapan pun tanpa sinyal dan kuota
Kaki memakai sepatu boot karet di genangan banjir depan rumah

Leptospirosis adalah penyakit yang menular lewat air kencing tikus. Risikonya naik saat musim hujan dan banjir. Kabar baiknya, penyakit ini bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana.

Kuncinya ada tiga: lindungi kulit dari air banjir, jaga kebersihan, dan jangan biarkan rumah menjadi sarang tikus. Panduan ini membahas cara penularannya, gejala yang perlu diwaspadai, dan tujuh langkah melindungi keluarga. Informasinya merujuk pada Kementerian Kesehatan dan lembaga resmi lain, seperti CDC (pusat pengendalian penyakit Amerika Serikat).

Tikus rumah di balok plafon kayu dekat kabel listrik, malam hari

Kenali dulu

Ciri-ciri tikus dan jenisnya

Lihat ciri-cirinya di Ensiklopedia →

Apa itu leptospirosis dan cara penularannya

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira. Menurut Kemenkes, tikus adalah sumber utama penular leptospirosis di Indonesia1.

Hewan pembawa bisa menyimpan bakteri ini di ginjalnya tanpa terlihat sakit2. Bakteri lalu keluar bersama air kencing. Karena itu, tanah, genangan, dan lumpur di sekitarnya ikut tercemar.

Cara penularan leptospirosis

Menurut Kemenkes, bakteri masuk lewat luka terbuka dan selaput lendir, atau tertelan bersama air dan makanan tercemar3. CDC juga menjelaskan, bakteri bisa masuk lewat luka atau lecet di kulit, selaput mata, dan selaput lendir lain4. Kulit yang lama terendam air diduga ikut menambah risiko4.

Banjir membuat penularan lebih mudah. Saat hujan deras, air kotor dari sungai dan selokan meluap. Genangan itu lalu masuk ke halaman dan rumah.

Risiko leptospirosis sering meningkat setelah banjir, saat orang bersentuhan dengan air atau tanah yang tercemar5. Jadi, langkah pertama adalah menjauhkan kulit, terutama bagian yang luka, dari air banjir.

Gejala yang perlu diwaspadai

Gejala biasanya muncul 2 sampai 30 hari setelah terkena air atau lumpur tercemar, rata-rata 7 sampai 10 hari1. Menurut Kemenkes, gejala leptospirosis antara lain1:

  • Demam 38°C atau lebih
  • Sakit kepala
  • Badan lemah
  • Nyeri betis, sampai sulit berjalan
  • Mata merah
  • Kulit atau bagian putih mata menguning

Gejala awalnya tidak khas, sehingga mudah dikira demam biasa3. Karena itu, keluhan yang muncul setelah banjir sebaiknya tidak dianggap sepele.

Bila gejala ini muncul setelah Anda atau keluarga terkena air banjir, segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Ceritakan riwayat terkena air banjir kepada petugas, agar pemeriksaan bisa diarahkan ke leptospirosis.

Yang Anda butuhkan

  • Sepatu boot karet yang tinggi
  • Sarung tangan karet
  • Plester tahan air
  • Sabun untuk mandi dan cuci tangan
  • Cairan disinfektan untuk lantai dan perabot
  • Kantong sampah yang kuat

Langkah-langkah

Gunakan fitur checklist untuk memandu langkah penanganan.
  1. Hindari genangan banjir. Jangan berjalan, berenang, atau bermain di genangan bila tidak perlu. Bila terpaksa lewat, persingkat waktu Anda berada di air.
  2. Pakai sepatu boot dan sarung tangan. Kenakan keduanya setiap kali melewati genangan atau membersihkan rumah. Lengkapi dengan celana panjang dan baju berlengan.
  3. Tutup luka dengan plester tahan air. Luka kecil dan lecet di kaki atau tangan bisa menjadi jalan masuk bakteri. Tutup rapat sebelum menyentuh air atau lumpur.
  4. Mandi bersabun setelah kena banjir. Bersihkan seluruh badan dengan sabun dan air bersih secepatnya setelah terkena air banjir atau lumpur.
  5. Buang makanan yang terkena banjir. Buang makanan dan minuman yang sempat terendam atau terkena air banjir, walau kelihatannya masih baik.
  6. Singkirkan lumpur dan sampah banjir. Keruk lumpur dari lantai dan halaman ke kantong sampah kuat, bersama sampah dan barang basah. Tumpukan seperti ini bisa menjadi sarang tikus.
  7. Disinfeksi lantai dan perabot. Setelah air surut, lap atau semprot lantai, dinding bawah, dan perabot yang terkena banjir dengan disinfektan. Ikuti petunjuk pada label.

Perhatikan ini agar tetap aman

  • Baca dan ikuti petunjuk pada label sebelum memakai disinfektan, pemutih, atau pengusir tikus.
  • Jangan mencampur pemutih dengan pembersih lain, terutama pembersih yang mengandung amonia atau asam. Campurannya bisa menghasilkan gas yang berbahaya.
  • Buka jendela dan pintu saat memakai disinfektan agar udara mengalir.
  • Pakai sarung tangan saat membersihkan, dan cuci tangan dengan sabun sesudahnya.
  • Jauhkan disinfektan dan pengusir tikus dari makanan, anak, dan hewan peliharaan.

Siapa yang paling berisiko

Siapa pun yang terkena air banjir bisa tertular. Menurut Kemenkes, risikonya lebih tinggi pada1:

  • Petani dan peternak
  • Petugas kebersihan dan petugas pemotongan hewan
  • Warga yang tinggal atau beraktivitas di wilayah banjir
  • Warga di permukiman yang banyak tikus
  • Orang yang beraktivitas atau berolahraga di sungai dan air

Cara mencegah leptospirosis untuk kelompok ini sama: lindungi kulit, tutup luka, dan mandi dengan sabun sesudahnya. Jadi, bila tidak bisa menghindari genangan, persingkat waktu Anda berada di air.

Kebiasaan kecil setelah banjir

Selain tujuh langkah tadi, ada beberapa kebiasaan kecil yang membantu mencegah penularan di rumah. Lakukan sambil membersihkan rumah setelah air surut.

Pakaian, makanan, dan air minum

Ganti pakaian yang basah terkena air banjir. Cuci pakaian itu terpisah dari pakaian lain.

Simpan makanan dalam wadah tertutup. Untuk minum, pakai air yang dimasak sampai mendidih atau air kemasan.

Rumah dan halaman

Sebelum memakai disinfektan, cuci lantai, dinding bawah, dan perabot dengan sabun dan air bersih. Tutup tempat sampah agar tidak didatangi tikus. Tutup juga celah tempat tikus masuk; caranya ada di panduan tikus.

Anak-anak

Awasi anak-anak saat banjir dan sesudahnya, agar mereka tidak bermain di genangan. Ajak mereka mandi dengan sabun setelah terkena air banjir.

Supaya tidak kembali

  • Got dan selokan di sekitar rumah dibersihkan dari sampah agar tidak meluap
  • Sampah rumah tangga dibuang dalam kantong tertutup setiap hari
  • Makanan disimpan dalam wadah bertutup, termasuk makanan hewan peliharaan
  • Celah dan lubang tempat tikus masuk ditutup sebelum puncak musim hujan
  • Sepatu boot dan sarung tangan disiapkan di rumah sebelum musim banjir

Tanya-jawab

Apakah lepto disebabkan virus?

Bukan. Banyak orang menyebutnya virus lepto, padahal penyebabnya adalah bakteri Leptospira. Karena itu, pengobatannya hanya bisa ditentukan oleh tenaga kesehatan setelah pemeriksaan.

Apakah leptospirosis menular dari orang ke orang?

Menurut Kemenkes, infeksi dari manusia ke manusia belum terlaporkan1. Penularan terjadi lewat air, tanah, atau lumpur yang tercemar air kencing hewan, terutama tikus.

Bisakah anjing atau hewan peliharaan lain tertular?

Bisa. Menurut CDC, anjing bisa tertular lewat air kencing hewan yang terinfeksi atau air yang tercemar6. Jauhkan hewan kesayangan Anda dari air banjir, dan tanyakan ke dokter hewan tentang cara pencegahannya.

Kapan harus segera ke fasilitas kesehatan?

Segera periksa bila muncul demam, sakit kepala, atau nyeri betis dalam 2 sampai 30 hari setelah terkena air banjir1. Penjelasan yang lebih lengkap bisa Anda baca di sumber3.

Sumber

  1. Waspadai Musim Hujan dan Banjir: Leptospirosis Diam-diam Mematikan — Kementerian Kesehatan RI, 2024
  2. Leptospirosis: New Emerging Disease in Sukoharjo District — Universitas Negeri Semarang, 2017
  3. Hujan, Tikus, dan Leptospirosis — Kementerian Kesehatan RI, 2024
  4. Leptospirosis – CDC Yellow Book — CDC, 2025
  5. About Leptospirosis — CDC, 2026
  6. Leptospirosis in Animals — CDC, 2026

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Belum ada penilaian.