Cara mencegah DBD di rumah saat musim hujan dengan 3M Plus

Cara mencegah DBD yang paling bisa Anda kendalikan dimulai dari rumah sendiri. Nyamuk penular demam berdarah lebih suka bertelur di air jernih yang tenang daripada di got. Tempat favoritnya justru ada di dalam dan sekitar rumah, seperti bak mandi, ember, dan tatakan pot.
Saat musim hujan, tempat seperti itu bertambah banyak. Artikel ini menjelaskan cara mencegah DBD lewat 3M Plus, termasuk di tempat yang sering terlewat. Jadi, langkah pertama adalah memahami kenapa kasus naik saat musim hujan.

Kenapa musim hujan menjadi musim demam berdarah
DBD ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk betina menempelkan telurnya di dinding wadah, sedikit di atas permukaan air. Begitu air hujan menutupi telur, telur menetas menjadi jentik1.
Menurut CDC, telur nyamuk ini butuh sekitar 7–10 hari untuk menjadi nyamuk dewasa1. Hujan yang turun hampir setiap hari mengisi wadah-wadah kecil di sekitar rumah. Karena itulah jumlah nyamuk, dan kasus DBD, biasanya naik setelah hujan mulai rutin.
Telurnya juga tahan kering, bahkan bisa bertahan sampai 8 bulan1. Wadah yang kering di musim kemarau bisa langsung “hidup” lagi saat terisi air hujan.
Menurut WHO, nyamuk ini aktif di siang hari, dengan puncak gigitan pagi dan sore menjelang senja2. Jadi, cara mencegah DBD juga mencakup perlindungan dari gigitan sejak pagi, bukan hanya malam hari.
Apa itu 3M Plus
3M artinya menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat yang bisa menampung air. Plus adalah langkah tambahan, seperti memakai obat anti nyamuk, memasang kasa, dan memelihara ikan pemakan jentik3. Pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus adalah cara mencegah DBD yang dianjurkan Kemenkes3.
Kerjakan minimal seminggu sekali4. Saat musim hujan dan pancaroba, kuras penampungan air lebih sering, bahkan setiap hari3. Jadi, pilih satu hari yang sama setiap minggu untuk memeriksa seluruh rumah.
Yang Anda butuhkan
- Sikat dan spons untuk dinding bak dan ember
- Penutup rapat untuk ember, drum, dan toren
- Kantong sampah untuk barang bekas yang bisa menampung air
- Senter untuk memeriksa jentik di tempat gelap
- Kasa nyamuk untuk jendela dan lubang ventilasi
- Keranjang bertutup untuk pakaian bekas pakai
- Bubuk larvasida untuk wadah yang sulit dikuras
- Lotion anti nyamuk atau kelambu
Langkah-langkah
- Kuras dan sikat bak mandi. Buang airnya, lalu sikat dinding bak sampai terasa kesat. Telur nyamuk menempel erat di dinding, jadi menguras tanpa menyikat belum cukup.
- Tutup rapat penampungan air. Ember, drum, gentong, dan toren harus tertutup tanpa celah. Nyamuk betina bisa masuk lewat celah kecil untuk bertelur.
- Daur ulang atau buang barang bekas. Botol, kaleng, ban bekas, dan pot pecah bisa menampung air hujan. Simpan di tempat beratap atau serahkan ke bank sampah.
- Periksa jentik seminggu sekali. Pakai senter untuk melihat bak, tatakan pot, dan wadah lain. Jentik terlihat seperti garis kecil yang bergerak naik turun di air.
- Pelihara ikan pemakan jentik. Ikan cupang atau guppy di kolam atau gentong membantu memakan jentik yang lolos.
- Pasang kasa nyamuk. Kasa di jendela dan lubang ventilasi menahan nyamuk agar tidak masuk rumah.
- Simpan pakaian kotor di wadah tertutup. Taruh pakaian bekas pakai di keranjang bertutup, bukan digantung di pintu atau kamar.
- Beri larvasida pada wadah sulit dikuras. Taburkan di kolam kecil atau tandon besar yang tidak bisa dikuras rutin. Untuk takaran dan jadwal pemakaian, ikuti petunjuk pada label.
Perhatikan ini agar tetap aman
- Baca dan ikuti petunjuk pada label sebelum memakai larvasida, lotion, atau obat nyamuk apa pun.
- Takaran larvasida sesuai petunjuk pada label. Jangan menambah takaran sendiri.
- Untuk anak, pilih lotion yang labelnya menyebut aman untuk usia anak Anda. Jangan oleskan di tangan anak, sekitar mata, dan mulut.
- Bila memakai pembersih untuk dinding bak, bilas sampai tidak tersisa sebelum bak diisi lagi.
- Pakai obat nyamuk elektrik atau semprot di ruangan dengan udara yang mengalir.
- Simpan semua produk dalam kemasan aslinya, jauh dari makanan, anak, dan hewan peliharaan.
Lindungi tubuh dari gigitan di siang hari
Karena nyamuk DBD menggigit di siang hari, cara mencegah DBD tidak cukup hanya di malam hari. WHO menganjurkan pakaian yang menutup sebanyak mungkin bagian tubuh5. Kelambu juga dianjurkan bagi siapa pun yang tidur di siang hari5.
Cara mencegah DBD pada anak dimulai dari kelambu saat tidur siang. Pakaikan baju lengan panjang saat anak bermain di luar. Bila memakai lotion anti nyamuk saat beraktivitas, pilih yang sesuai usia dan ikuti petunjuk pada label.
Cara mencegah DBD di tempat yang sering terlewat
Bak mandi biasanya sudah rutin dikuras. Justru wadah kecil yang jarang terlihat sering menjadi sarang nyamuk. Periksa juga tempat-tempat berikut.
Di dalam rumah
- Tatakan pot tanaman dan vas bunga
- Wadah penampung air di belakang kulkas
- Penampung air dispenser
- Tempat minum hewan peliharaan yang jarang diganti
Di luar rumah
- Talang air yang tersumbat daun
- Ban bekas, kaleng, dan botol di halaman
- Lubang pagar besi atau bambu yang terbuka
- Terpal atau penutup barang yang melengkung dan menampung air
Jadi, periksa sekeliling rumah setiap kali hujan deras reda. Untuk mengenali nyamuknya, baca juga semua panduan nyamuk.
Fogging tidak menggantikan 3M Plus
Banyak orang merasa lebih tenang setelah lingkungannya di-fogging. Padahal, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan telur atau jentik6. Telur dan jentik yang tersisa tetap bisa tumbuh menjadi nyamuk baru.
Fogging dilakukan oleh petugas kesehatan. Pencegahan DBD jangka panjang tetap bergantung pada 3M Plus yang rutin.
Nyamuk bisa terbang dari rumah sebelah. Karena itu, cara mencegah DBD jauh lebih berhasil bila dikerjakan satu lingkungan, bukan satu rumah saja. Jadi, ajak tetangga membersihkan sarang nyamuk pada hari yang sama.
Kapan perlu ke puskesmas
Menerapkan cara mencegah DBD mengurangi risiko, tetapi tidak menghapusnya sama sekali. Bila ada anggota keluarga yang demam tinggi mendadak di musim demam berdarah, jangan menunggu. Segera periksa ke puskesmas atau dokter agar mendapat penanganan yang tepat.
Supaya tidak kembali
- Jadikan pencegahan DBD kegiatan rutin: 3M Plus di hari yang sama setiap minggu
- Kuras bak mandi lebih sering selama musim hujan
- Tunjuk satu orang di rumah sebagai pemeriksa jentik
- Periksa talang dan halaman setelah hujan deras
- Ganti air vas bunga dan tempat minum hewan setiap hari
Tanya-jawab
Berapa sering bak mandi harus dikuras saat musim hujan?
Minimal seminggu sekali4. Saat musim hujan dan pancaroba, Kemenkes menyarankan lebih sering, bahkan setiap hari3. Alasannya, telur bisa menjadi nyamuk dewasa dalam sekitar 7–10 hari1.
Apakah nyamuk DBD menggigit di malam hari?
Nyamuk ini paling aktif di siang hari, terutama pagi dan sore menjelang senja. Karena itu, lindungi anak saat tidur siang dan saat bermain di luar.
Bagaimana cara mencegah DBD pada anak?
Kerjakan 3M Plus di rumah, pasang kelambu saat anak tidur siang, dan pakaikan baju lengan panjang saat bermain di luar. Bila memakai lotion, pilih yang sesuai usia anak dan ikuti petunjuk pada label.
Apakah fogging cukup untuk mencegah DBD?
Tidak. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Jentik dan telur tetap hidup, jadi 3M Plus tetap harus dikerjakan.
Sumber
- Life Cycle of Aedes Mosquitoes — CDC, 2024
- Promoting dengue vector surveillance and control — WHO, diakses 2026
- Upaya Pencegahan DBD dengan 3M Plus — Kementerian Kesehatan RI, 2019
- Pengendalian Jentik Aedes sp. Melalui Pendekatan Keluarga di Provinsi Papua — Media Litbangkes, Kementerian Kesehatan RI, 2018
- Dengue — WHO, 2025
- Cegah Penyebaran DBD, Dinkes Lakukan Foging dan Galakkan PSN 3M Plus — Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, 2025
Seberapa bermanfaat artikel ini?
Belum ada penilaian.
