Kutu kasur adalah serangga kecil tanpa sayap yang mengisap darah manusia, terutama saat tidur di malam hari. Siang hari kutu kasur bersembunyi di jahitan kasur, rangka tempat tidur, dan celah perabot di dekatnya.
Ukuran dewasa
5–7 mm
Kutu kasur dewasa kira-kira sebesar biji apel
Telur
Sekitar 1 mm
Putih mutiara, menetas dalam sekitar 10–15 hari
Jadi dewasa
Paling cepat 1 bulan
Pada suhu hangat, bila rutin mendapat darah
Tanpa makan
Berbulan-bulan
Bisa bertahan lama di perabot yang kosong
Serangga ini melewati tiga tahap: telur, nimfa, lalu dewasa. Nimfa (kutu kasur muda) berganti kulit lima kali sebelum dewasa1. Telur dan nimfa muda sangat kecil dan pucat, jadi periksa celah kasur dengan senter.
Di daerah tropis, jenis yang dominan adalah kutu kasur tropis1. Penelitian di Purbalingga hanya menemukan jenis ini2. Penelitian di perumahan di Bogor dan Bandung juga menemukan jenis yang sama3.
Serangga ini juga dikenal sebagai kutu busuk, kepinding, atau tumila. Di Jawa ada yang menyebutnya tinggi, dan di Sunda tumbila.
Tungau debu sering disangka sama, padahal keduanya sangat berbeda. Jadi, cocokkan dulu tahap dan ukurannya sebelum memilih cara mengatasinya.
Video kutu kasur sedang kami siapkan
Sambil menunggu, kirim foto hama yang Anda temukan. Tim kami bantu mengenalinya.
Kenapa perlu dikendalikan
Kutu kasur tidak diketahui menularkan penyakit ke manusia9. Namun gigitannya bisa sangat gatal, dan garukan berulang bisa menimbulkan infeksi kulit9. Serangga ini juga bisa mengganggu tidur dan membuat cemas9.
Ia mampu bertahan berbulan-bulan tanpa makan dan mudah terbawa lewat koper atau tas9. Kasur dan perabot bekas juga termasuk sumber yang berisiko1. Karena itu, tangani sejak tanda pertama terlihat.
Bila nyeri atau bengkak di sekitar bentol makin meluas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan14. Bila muncul sesak napas setelah digigit, segera cari pertolongan medis, karena itu bisa tanda reaksi alergi berat15.
Sumber