6 ciri nyamuk DBD dan bedanya dengan nyamuk biasa

Nyamuk DBD sering dikenali dari belang hitam putihnya. Namun, tidak semua nyamuk belang adalah penular demam berdarah. Ada beberapa ciri lain yang membantu Anda membedakannya.
Artikel ini membahas enam ciri nyamuk penular DBD dan bedanya dengan nyamuk rumah biasa. Di bagian akhir ada langkah yang bisa Anda lakukan bila melihatnya di rumah.

Nyamuk DBD itu nyamuk apa?
Yang disebut nyamuk DBD adalah nyamuk Aedes aegypti. Menurut WHO, virus dengue menular ke manusia lewat gigitan nyamuk betina yang terinfeksi1.
Hanya nyamuk Aedes betina yang menggigit2. Ia butuh darah untuk menghasilkan telur2. Nyamuk jantan dan betina sama-sama mengisap cairan bunga3.
Penular utama dengue adalah Aedes aegypti. Nyamuk Aedes albopictus juga ikut menularkan, walau perannya lebih kecil1. Jadi, langkah pertama adalah mengenali ciri tubuh dan kebiasaan nyamuk ini.
6 ciri nyamuk DBD
Tiga ciri pertama bisa dilihat dari tubuhnya. Tiga ciri berikutnya adalah kebiasaannya, yang lebih mudah Anda amati sehari-hari.
1. Badan hitam dengan belang putih
Perut nyamuk ini umumnya cokelat tua sampai hitam, dengan sisik putih3. Tiap ruas kaki belakangnya punya gelang putih, sehingga kakinya tampak belang3. Karena itu, banyak orang menyebutnya nyamuk belang hitam putih.
2. Gambar putih mirip lira di punggung
Di punggungnya ada sisik putih yang membentuk gambar mirip biola atau lira3. Lira adalah alat musik petik kuno berbentuk huruf U. Gambar ini membedakannya dari nyamuk kebun yang juga belang3.
3. Berbadan kecil sampai sedang
Nyamuk Aedes aegypti berukuran kecil sampai sedang3. Nyamuk betina lebih besar daripada yang jantan3. Betina juga punya tonjolan kecil di dekat mulut yang ujungnya bersisik putih atau perak3.
4. Menggigit di siang hari
Menurut WHO, nyamuk ini mencari makan di siang hari, tidak seperti banyak nyamuk lain4. Puncak gigitannya pada pagi hari dan sore menjelang senja4. Seekor nyamuk betina biasanya menggigit beberapa orang dalam satu kali mencari makan4.
5. Bertelur di air jernih
Nyamuk betina menempelkan telurnya di dinding dalam wadah berisi air, sedikit di atas permukaan air2. Ia memilih air jernih yang menggenang, seperti di bak mandi, ember, drum, dan tempayan5. Vas bunga, mangkuk, dan ban bekas juga bisa menjadi tempat bertelurnya2.
Jentiknya juga pernah ditemukan di penampung air dispenser5. Bahkan, jentik pernah ditemukan di air yang tidak jernih dan bercampur tanah5. Karena itu, periksa semua wadah air, bukan hanya yang airnya bersih.
6. Bersembunyi di tempat gelap
Nyamuk suka beristirahat di tempat yang gelap dan lembap6. Contohnya di bawah wastafel, kamar mandi, lemari, kolong perabot, dan ruang cuci6. Kemenkes juga mengingatkan bahwa pakaian yang digantung di dalam rumah bisa menjadi tempat istirahat nyamuk7.
Jarak terbang nyamuk DBD sekitar 100 meter8. Karena itu, nyamuk di rumah Anda bisa saja berasal dari rumah tetangga. Jadi, kenali juga nyamuk lain yang sering ada di sekitar rumah.
Perbedaan nyamuk DBD dan nyamuk biasa
Yang sering disebut nyamuk biasa adalah nyamuk Culex, atau nyamuk rumah biasa. Bedanya dengan nyamuk penular DBD bisa dilihat dari empat hal berikut.
- Warna. Nyamuk DBD hitam dengan belang putih3. Nyamuk rumah biasa berwarna cokelat9.
- Waktu menggigit. Nyamuk penular DBD aktif di siang hari1. Nyamuk Culex paling aktif dari senja sampai fajar10.
- Tempat bertelur. Nyamuk DBD memilih air jernih yang menggenang di dalam wadah5. Nyamuk rumah biasa bertelur di permukaan air diam, termasuk parit dan saluran air hujan10.
- Ukuran. Aedes aegypti berukuran kecil sampai sedang3. Nyamuk rumah biasa berukuran sedang9.
Nyamuk rumah biasa mencari makan sepanjang malam9. Jadi, bila Anda sering digigit saat beraktivitas di siang hari, waspadai nyamuk DBD. Langkah berikutnya adalah mengenali nyamuk belang yang bukan Aedes aegypti.
Nyamuk belang tapi bukan nyamuk DBD?
Nyamuk belang di kebun mungkin nyamuk Aedes albopictus, yang sering disebut nyamuk kebun. Punggungnya hitam dengan satu garis putih di tengah11. Gambarnya berbeda dari Aedes aegypti yang mirip lira3.
Nyamuk kebun hidup di luar rumah2. Ia suka beristirahat di semak yang teduh, dekat permukaan tanah11. Telurnya diletakkan di wadah berisi air diam, sering di ban bekas11.
Nyamuk ini juga menggigit di siang hari, dengan puncak pada pagi dan sore11. Meski bukan penular utama, nyamuk kebun bisa ikut menularkan dengue1. Jadi, tetap lindungi diri saat berkebun di siang hari.
Yang Anda butuhkan
- Senter untuk memeriksa jentik
- Sikat untuk dinding bak mandi dan ember
- Penutup rapat untuk ember, drum, dan toren
- Keranjang bertutup untuk pakaian bekas pakai
- Baju lengan panjang dan kelambu
- Lotion anti nyamuk
Langkah-langkah
- Periksa jentik di wadah air. Pakai senter untuk melihat bak mandi, ember, vas, dan tatakan pot. Lakukan minimal seminggu sekali.
- Kuras dan sikat bak mandi. Buang airnya, lalu sikat dindingnya sampai bersih. Telur nyamuk menempel di dinding wadah, sedikit lebih tinggi dari permukaan air2.
- Tutup rapat penampungan air. Ember, drum, dan toren harus tertutup tanpa celah. Dengan begitu, nyamuk tidak bisa masuk untuk bertelur6.
- Simpan pakaian bekas di keranjang tertutup. Pakaian yang digantung di dalam rumah bisa menjadi tempat istirahat nyamuk7.
- Pakai baju lengan panjang. Kenakan saat beraktivitas pada pagi dan sore hari, saat nyamuk DBD paling sering menggigit4.
- Pasang kelambu saat tidur siang. Utamakan untuk bayi dan anak kecil. Kelambu dianjurkan bagi siapa pun yang tidur di siang hari1.
- Ajak tetangga memeriksa jentik. Kerjakan bersama pada hari yang sama, karena nyamuk bisa terbang dari rumah sebelah.
- Oleskan lotion anti nyamuk. Pakai di kulit yang terbuka saat beraktivitas di siang hari. Untuk cara dan jumlah pemakaian, ikuti petunjuk pada label.
Perhatikan ini agar tetap aman
- Baca dan ikuti petunjuk pada label sebelum memakai lotion, semprotan, atau obat nyamuk apa pun.
- Untuk anak, pilih lotion yang labelnya menyebut aman untuk usia anak Anda.
- Jangan oleskan lotion di tangan anak, sekitar mata, mulut, luka, atau kulit yang iritasi12.
- Untuk wajah anak, oleskan lotion ke tangan orang dewasa dulu, lalu usapkan ke wajah anak12.
- Pakai semprotan nyamuk di ruangan kosong, lalu buka jendela sebelum ruangan dipakai lagi.
- Simpan semua produk jauh dari makanan, alat makan, anak, dan hewan peliharaan.
Kapan gigitan nyamuk DBD perlu diwaspadai?
Tidak setiap gigitan nyamuk DBD menularkan dengue. Nyamuk baru membawa virus setelah mengisap darah orang yang sedang terinfeksi1.
Menurut WHO, gejala dengue yang paling sering adalah demam tinggi, sakit kepala, nyeri badan, mual, dan ruam1. Bila ada anggota keluarga yang demam tinggi mendadak, segera periksa ke puskesmas atau dokter. Penjelasan lain tentang nyamuk bisa Anda baca di semua panduan nyamuk.
Supaya tidak kembali
- Wadah air dikuras dan disikat minimal seminggu sekali
- Ember, drum, dan toren selalu tertutup rapat
- Pakaian bekas pakai disimpan di keranjang tertutup, tidak digantung
- Jendela dan ventilasi dipasangi kasa nyamuk
- Halaman bebas dari kaleng, botol, dan ban bekas yang bisa menampung air
Tanya-jawab
Jam berapa nyamuk DBD menggigit?
Puncaknya pada pagi hari dan sore menjelang senja4. Peraturan daerah tentang pengendalian DBD menyebut pukul 06.00–10.00 dan 16.00–18.008. Meski begitu, nyamuk ini aktif sepanjang siang hari1.
Apakah semua nyamuk belang hitam putih adalah nyamuk DBD?
Tidak semua. Nyamuk kebun juga belang, tetapi punggungnya hanya punya satu garis putih di tengah11. Nyamuk kebun juga bisa ikut menularkan dengue, jadi tetap lindungi diri1.
Apakah nyamuk DBD bisa menggigit di malam hari?
Nyamuk ini paling aktif di siang hari1. Gigitan di malam hari lebih mungkin berasal dari nyamuk Culex, yang mencari makan sepanjang malam9.
Seberapa jauh nyamuk DBD bisa terbang?
Jarak terbangnya sekitar 100 meter8. Karena itu, pemberantasan sarang nyamuk sebaiknya dilakukan bersama tetangga.
Sumber
- Dengue and severe dengue — WHO, 2025
- Life Cycle of Aedes Mosquitoes — CDC, 2024
- Yellow Fever Mosquito Aedes aegypti (Linnaeus) (Insecta: Diptera: Culicidae) — University of Florida IFAS Extension, 2025
- Promoting dengue vector surveillance and control — WHO, diakses 2026
- Tempat-tempat Terkini yang Disenangi untuk Perkembangbiakan Vektor Demam Berdarah Aedes sp. — Media Litbang Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, 2009
- Mosquito Control at Home — CDC, 2024
- Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik — Kementerian Kesehatan RI, 2016
- Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2007
- Southern House Mosquito Culex quinquefasciatus Say — University of Florida IFAS Extension, 2019
- About Culex Mosquitoes — CDC, 2025
- Asian Tiger Mosquito, Aedes albopictus (Skuse) — University of Florida IFAS Extension, 2025
- Preventing Mosquito Bites — CDC, 2024
Seberapa bermanfaat artikel ini?
Belum ada penilaian.
